Selain telapak kaki, Beheng Nobol yang dipercaya sebagai manusia sakti ini juga meninggalkan sebuah cincin berukuran besar yang masih tersimpan rapi di sebuah bangunan kecil.
Cincin yang dipercaya sakti ini dikenakan Beheng Nobol saat memanah musuh di kala perang. Panjang jangkauan anak panah Beheng Nobol mencapai puluhan kilometer hingga ke pinggir laut, menjadi tapal batas ulayat masyarakat adat Leuhoe yang mendiami Desa Hoelea I dan Hoelea II, Kecamatan Omesuri.
Untuk melindungi Situs Tapak Kaki Beheng Nobol ini, Pemerintah Desa Hoela dan Hoelea 2 melalui dana desa TA 2019 telah mendirikan bangunan.